Artikel

Bahkan Nuranipun Menangis

Seonggok daging tak lagi mampu memimpin
Logika seakan tersingkir
Dan nurani kini terpinggir
Nafsu telah membabat semua martabat
Kebaikan, kelembutan, kasih sayang dan cinta
Bagaikan jarum di tengah jerami
Ragapun berlaku tanpa komando
Nafsu yang meraja tanpa batas
Menghitamkan hati manusia

Di Zaman ini...
Semua bilang zaman modern
Meski sebenarnya lebih dari zaman jahiliyyah
Yang hitam menjadi abu-abu
Yang putih menjadi tersisih

Bertelanjang pun menjadi indah
Seindah seni yang berkata

Manusia bagai nyamuk yang siap
Memberikan nyawanya tanpa ada kata salah

Tuhan menjadi figuran
Hanya muncul di beberapa detik episode hidup

Di mana nurani kini
Apakah ruangnya kini telah benar-benar berubah fungsi ??
Menjadi istana nafsu yang bertahtakan seribu iblis
Dan nurani pun kini menangis
Perkataannya menjadi bias bersama dosa-dosa

9 Juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar