Artikel

Malam Ini Tak Ada Duka

Malam ini tak ada duka 
Juga malam-malam seterusnya 
Harapku saat ini 

Berjibaku dengan waktu 
Yang itu-itu melulu 
Keinginan besar yang tersulut pilu 

Khairunnas 'anfauhum linnaas 
Menjadi makhluk sempurna 
Menjadi khalifah didunia 
Bermanfaat bagi sesama 

Merasakan tawa kala fisik bersua 
Menerbitkan rindu kala batin memanggil 
Dan inilah aku, sebutir debu tiada berdaya 

Kadang, menjadi tumpuan yang rapuh 
Memaksa lelah itu enyah 
Dan tak bisa 

Tapi Rabb Maha Mengerti 
Memberi cinta yang tak biasa 
Bak tetesan embun 
Menyejukkan walau hanya saat pagi menjelang 

10.11.12

Lepas Bebas

Aku pun resah 
Aku pun nestapa 
Terima kasih Rabb 
Rasa yang tak biasa 
Selalu hadapkan diri pada kelemahan abadi 
Bersandar kembali pada pemilik diri 

Dan itulah, tiada lagi ada cara 
Bahkan dengan otak tercerdas pun 
Hanya DIA, penenang hati 

Belajar melepas 
Melekatkan padaNYA 
Hingga lepas bebas 

31.10.12

Mencintaiku Dalam Diam

Kawan, bukan hebatmu yang menjadikanku nyaman 
Hebat yang mengoyakkan fikirku 
Bermaraton dalam gelap gulita 
Menggelapkan saat terangku 

Kawan, kesederhanaanmu yang menyejukkan 
Mencintaiku dalam diam dan doamu 
Tulus, menjadikanku menanam budi 
Menjadikanku raja disampingmu 

Kawan, kau mendengar saat yang lain tuli 
Akulah pembicara handal didekatmu 
Tiada sekat diantara kita 

Kawan, hari berwarna karena kita 
Kau ada adalah anugerah 
Kau pergi adalah memori 
Kau senantiasa dihati 

Kawan, kuingin kau tak terbatas 
Selalu ditiap jiwa 
Meski ku hanya seorang fana 
Izinkan aku menjadi sebuah makna

Jakarta Kamis Petang

Beginilah Jakarta kita 
Dengan indahnya kendaraan berderet 
Menunggu giliran menyusur ibukota 
Dengan suara indah klakson bersautan 
Juga dada yang bergemuruh menahan ego 

Benar, ini Jakarta kita 
Diantara polusi disana sini 
Menemani kita selalu 
Seolah tak ingin pisah 

Inilah Jakarta kita 
Menggebu-gebu kita bernafas 
Pencarian ruang sekedar mengusir bising 
Karena suara bagai berjarak lima centi 

Disini di Jakarta 
Tempat kita mengeruknya dalam-dalam 
Tempat kita mencari setitik hawa 
Tempat kita mereguk nikmat dunia 
Tempat kita mendulang berkah 

Di jalan-jalan Jakarta 
Selaksa kisah tercipta 
Antara benci dan cinta 
Kita tetap memuja

Bahagia Berbisik

Mungkin sebuah do'a lebih bermakna 
Dibanding sebuah tanda tanya 

Bukan kecerdasan yang mampu memberi jawaban 
Karena memang kuasa Tuhan 

Bayang-bayang bahagia 
Merajai kedua mata 
Menyesak didada 
Lalu tersembunyi dalam do'a 

Rencana Tuhan sangat indah 
Karena DIA Yang Terindah 
Bukan nestapa yang diterima 
Hanya sebuah pertanda cinta 

Waktu-waktu yang bergulir 
Dengan mendung yang senantiasa hadir 
Itu hanya kisah klasik 
Untuk kebahagiaan yang tengah berbisik 

Karena kita istimewa 
Karena kita yang terindah 

7112012