Artikel

Ketika Hujan Turun

Alhamdulillah, siang ini Allah memberikan rahmatNya melalui turunnya hujan. Mungkin saat inilah yang di tunggu-tunggu, maklum saja semenjak pagi hingga menjelang siang terik mentari sangat menyengat. Awal terlihat awan hitam pun saya sudah merasakan kesejukan, nikmat sekali terasa. Kian lama awan hitam itu begejolak dan perlahan mengeluarkan air dari langit. Dan tak lama juga angin kencang bertiup seolah ingin meleburkan benda-benda yang terhembus oleh kencang tiupannya.

Ketika hujan turun di sertai angin kencang saya masih berada di tempat kerja, pukul empat kurang hujan mereda dan saya pun bergegas pulang untuk menghindari hujan deras turun kembali.

Setelah hujan sedikit reda tanpa angin kencang seperti tadi, nampak pohon-pohon bertumbangan. Dan sepertinya bukan hanya di tempat yang saya lihat. Akan saya lihat selengkapnya nanti di acara berita, mengenai angin kencang yang memporak-porandakan Ibukota sore ini. Dan tak lupa masalah kemacetan pastinya.

Saya kurang paham, mengapa tiap kali hujan turun, macet tak pernah terhindarkan. Yang saya tahu, mungkin ketika hujan jalanan basah dan rentan licin jika berkendara terlalu kencang. Jadi karena lambatnya kendaraan, maka semua kendaraan akhirnya berkerumun menjadi satu Itu saja. Alasan lain saya belum menemukannya.

Saya berada di persimpangan lampu merah Tomang, saat saya lihat kendaraan telah ramai. Lampu jalan seolah tidak berfungsi. Saya lihat lampu berwarna hijau tapi kendaraan arah tol Merak berhenti total. Tak hanya itu, hampir kendaraan dari segala arah tak dapat bergerak sambil memainkan irama klakson yang memekakkan telinga. Saya fikir percuma saja, mereka yang berkendara memencet bel klakson bahkan dengan tegangan tinggi jika tak ada satupun di antara mereka yang mengalah. Adanya petugas lalu lintas pun tidak banyak membantu. Walhasil kendaraan menumpuk di titik tengah persimpangan. 

Saya yang hendak menyebrang ke arah grogol pun sangat sulit, terselip di antara kendaraan-kendaraan yang menghimpit. Saya ingin melewati kerumunan motor-motor yang menumpuk di satu titik tapi tak berhasil, mereka seolah tidak berkenan mengizinkan kami para pejalan kaki hanya untuk sekedar melewati mereka. Hmmm.. (tatapan para pengendaranya pun jauh dari ramah, nyaris tanpa senyum). Saya tersenyum, jika tidak ingin berbaik hati, nikmati saja keadaan ini, entah sampai kapan (kata saya dalam hati).

Alhamdulillah saya tak terpancing emosi menjadi kesal. Saya pun mencoba melewati kerumunan mobil-mobil yang juga tersendat, nyaris tak jalan. Saya fikir, sekecil-kecilnya ruang antara mobil satu dengan yang lainnya, masih bisa di lewati orang. Berbeda dengan motor yang tak ada ruang sama sekali ketika berhimpitan.

Cinta Buatan Indonesia

Headline berita hari ini lebih menggembirakan di banding beberapa hari kemarin. Berita yang menunjukkan bahwa di tanah air tercinta Indonesia ternyata masih ada hal-hal yang memiliki sesuatu yang patut di banggakan. Bukan melulu soal kriminal, kekerasan, intrik politik dan sebagainya.


Mulai dari televisi hingga internet berita ini menjadi headline news. Ya, berita tentang siswa-siswa yang mampu membuat mobil lokal dengan label "Kiat Esemka" , siswa tersebut berasal dari SMK 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta dibantu oleh bengkel Kiat Motor Klaten. 


Meskipun bukan mobil lokal yang pertama kali di buat. Tetapi mobil  "Kiat Esemka" kian populer keberadaannya setelah Walikota Solo dan Wakilnya menggunakan mobil "Kiat Esemka" sebagai mobil dinas sehari-hari. Meskipun baru resmi di gunakan hari ini untuk operasional, tak ayal banyak media yang turut meliput kreasi anak bangsa ini. Memang di tangan medialah semua hal bisa terlihat dan ternilai. 


Sebagai warga Indonesia, saya merasa bangga dengan adanya berita tersebut. Bagus bila yang di hebohkan berita seperti itu saja, untuk meningkatkan kepercayaan diri para rakyat dengan negaranya sendiri. 


****


Mungkin siswa-siswa yang memiliki kreasi itu adalah dari segelintir orang yang masih menaruh harapan akan kemajuan bangsa ini. Ingin mengeksplor semua kemampuannya guna mengurangi ketergantungan akan barang-barang produksi luar negeri. Dan membuktikan bahwa Indonesia yang kini sering di anggap semakin menurun segi kualitas sumber daya manusianya  bisa bersaing dengan negara maju.

Dreamy Stone

Dreamy Stone adalah nama game yang terdapat pada telepon genggam saya. Dreamy stone berarti batu impian. Yaitu berupa batu-batuan yang terdiri dari beragam bentuk dan warna yang berada pada kotak vertikal dan horizontal. Terdiri dari enam baris dan sepuluh kolom.

Awalnya saya yang tidak terlalu menyukai game hanya mencoba memainkannya karena saya fikir mudah. Tinggal menukar-nukar batu yang sejenis hingga berderet baik vertikal maupun horizontal minimal sejumlah tiga buah. Jika tiga buah batu yang sejenis sudah berurut  maka batu-batu itu akan melebur dan berganti batu baru yang otomatis muncul dari arah vertikal. Ketika kita menukar-nukar batu, maka poin menjadi berkurang. Tapi jika kita mampu membuat deret batu bisa menambah nilai tapi juga bisa mengurangi nilainya lagi.

Aneh ya ? Saya kira hanya dengan mengurutkan batu sejenis bisa menambah nilai. Hanya itu saja tatacara permainannya. Tapi setelah beberapa kali bermain, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa perkiraan saya salah. Ternyata cara permainannya begini, jika kita hanya mampu membuat deret batu untuk yang sejenis saja maka efek atau nilainya tidak akan besar tapi jika berhasil membuat deretan batu sejenis kemudian terlebur dan menimbulkan deretan baru bagi batu lainnya sehingga ikut terlebur maka nilainya menjadi jauh lebih besar. Tapi kadangkala kita sulit menemukan batu-batu yang akan di susun karena letaknya berjauhan tidak berjarak setapak. Jika begitu maka kita harus rela melangkahkan batu yang hendak kita deretkan beberapa langkah hingga mengurangi nilai kita beberapa kali. Setelah itu biasanya akan muncul kemudahan untuk membuat deret batu yang hendak kita deretkan dan menderetkan otomatis batu lainnya.

Resolusi

Di bawah bayang-bayang angka
Berbalut pakaian resolusi
Kemudian di kejar jejak kesuksesan

Padahal kini aku sedang tersentak
kegalauan yang menyergap
melingkupi seluruh arah mata angin

Duh, padahal malam kemarin
telah ku teriakkan ini itu
resolusi-resolusi baru

Duh, padahal malam kemarin
di malam tahun baru itu
telah ku hentakkan kemalasan pada titik semangat
yang menjulang bersama lengkingan terompet
dan dentuman kembang api
ya, di langit itu ku tinggalkan semangatku

Kemana semangat itu
kemarin ku ingat dia masih melekat
berbaur bersama orang-orang yang lalu lalang
hingga pagi menjelang

(semoga semangat kita selalu ada kapanpun, di manapun dan bagaimanapun)

2 Januari 2012


Hari Ini Yang Katanya Tahun Baru

Hari ini tanggal 1 Januari 2012, selepas gempuran petasan dan lengkingan terompet memecah keheningan malam tadi. Semoga semua gangguan tersebut tidak mempengaruhi penghuni langit. Tapi Allah teramat sayang, setelah kesia-siaan yang terjadi tadi malam, Allah tetap memberikan rahmatNya. Rahmat berupa hujan yang turun tiada henti dari subuh hingga menjelang ashar.

Mungkin Allah ingin membersihkan langitNya dari tindakan hambaNya yang teramat mengagungkan hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan yang di ajarkan Rasulullah.

Meskipun tidak semua mensyukuri turunnya hujan, mungkin ada yang belum tahu atau khilaf menyalahkan sang hujan yang telah menggangu acaranya hari ini. Tapi saya selalu yakin apa yang Allah kasih tak pernah sia-sia. Termasuk hujan. Jika pun ada banjir atau kejadian tak menyenangkan setelahnya pasti karena ada faktor human error di dalamnya.

Mungkin belum banyak cerita di hari ini, tapi insyaAllah tiap detik saya, apa yang saya lihat bisa menjadi sesuatu taburan hikmah yang luar biasa.

Dan kita, yang seorang hamba biasa dan bisa menjadi hamba yang luar biasa di mata Allah dan penduduk langit. InsyaAllah.


1 Januari 2012