Memuji-Mu takkan pernah kubosan
Karena Engkau Pencipta paling baik
Bersama-Mu takkan pernah ku jemu
Karena Engkau memeliharaku dari kesesatan
Memanggil-Mu takkan pernah kuletih
Karena Engkau takkan pernah berpaling dariku
Didekat-Mu takkan pernah kusesali
Karena Engkau menentramkan jiwa dan hatiku
Mencintai-Mu takkan pernah kumerugi
Karena Engkau adalah satu cinta abadi
Membela-Mu takkan pernah kumerugi
Karena Engkau penjanji jannah yang kunanti
Berharap pada-Mu takkan pernah kuberhenti
Karena Engkau pencipta asa menjadi nyata
Mengimani-Mu takkan surut dalam hatiku
Karena Engkau Tuhanku hingga kumati
Manusia Kota Tua
Debu-debu terhampar lebar
Mengalasi kota yang kian tersulut usia
Percikan polusi tertumpah mengawan
Awasi gerak-gerik penghuni kota
Perlahan dedaunan kian meranggas
Mungkin lelah memayungi kecongkakan
Riuh rendah alunan angin
Kini tinggal pendaran gema
Kala malam menjalar
Gemintangpun enggan berpijar
Mungkin terusik porak-poranda manusia malam
Yang memecah keharmonisan alam
Disini di kota ini
Tawa bukanlah milik bersama
Tawa hanya hak tuan-tuan
Namun senandung tangis
Menjadi irama disetiap sudut kota
Disini tiada lagi warna putih
Seluruhnya kusam termakan loba
Sedang nuranipun kian mengeruh
Makin menjauh dari hakekat
Kehidupan mayapada
2007
Mengalasi kota yang kian tersulut usia
Percikan polusi tertumpah mengawan
Awasi gerak-gerik penghuni kota
Perlahan dedaunan kian meranggas
Mungkin lelah memayungi kecongkakan
Riuh rendah alunan angin
Kini tinggal pendaran gema
Kala malam menjalar
Gemintangpun enggan berpijar
Mungkin terusik porak-poranda manusia malam
Yang memecah keharmonisan alam
Disini di kota ini
Tawa bukanlah milik bersama
Tawa hanya hak tuan-tuan
Namun senandung tangis
Menjadi irama disetiap sudut kota
Disini tiada lagi warna putih
Seluruhnya kusam termakan loba
Sedang nuranipun kian mengeruh
Makin menjauh dari hakekat
Kehidupan mayapada
2007
Perjalanan Semu
Cahaya merah tersibak
Kala senja tengah menapak
Menyeru jiwa-jiwa yang berbalut fana
Menyapa Zat Maha Kuasa segera
Tabir angkuh pun menyeruak
Dari perjalanan panjang yang semu
Berjuta dalih pun terkobar
Membakar secuil iman tak menawan
Sampai purnama menghias malam
Dan hati jauh dari siuman
Menghina diri menghamba syaithan
Dan seruan perlahan terselubung kelam
Lalu shubuh datang menutup malam
Adzan bergema memanggil jiwa terlena
Mungkin asyik bergumul dengan syaithan
Terlelap diimpian usia panjang
-2007-
Kala senja tengah menapak
Menyeru jiwa-jiwa yang berbalut fana
Menyapa Zat Maha Kuasa segera
Tabir angkuh pun menyeruak
Dari perjalanan panjang yang semu
Berjuta dalih pun terkobar
Membakar secuil iman tak menawan
Sampai purnama menghias malam
Dan hati jauh dari siuman
Menghina diri menghamba syaithan
Dan seruan perlahan terselubung kelam
Lalu shubuh datang menutup malam
Adzan bergema memanggil jiwa terlena
Mungkin asyik bergumul dengan syaithan
Terlelap diimpian usia panjang
-2007-
Sholatku Bersama Syaithan
Ku hadapkan muka hatiku pada Pencipta
Diriku hening dalam jiwa yang kerdil
Ku mematut raga tuk Rabbku
Ku mulai menyapa kekasihku
Allahu Akbar!!!!!
Lantunan kalam suci mengalir
Dari bibir tempat cela bersemilir
Dengan detak perlahan memetak masa
Aku hanyut dalam cengkeraman
Bayang-bayang terbentang
Bergelayut dan menyulut khusyuk
Aku berpaling
Astaghfirullah!!!!!
Sedetik penuhi ruang fikirku
Hatiku selamat
Imanku masih tersemat
Ku rebahkan seluruhku terbuai sujud
Semua pinta semua kesah tertumpah ruah
Di Engkaulah aku berarti
Dalam asma-Mu aku tenggelam
Hanya aku hamba-Mu
paling suci paling berarti
Akulah penghuni jannah yang dinanti
Astaghfirullah!!!!!
Hampir kuterayu dan kalbu membisu
Kuhadapkan kembali hatiku pada Pencipta
Sedetik sujudku usai
Ku bangkit direngkuhan Rabbku
Assalamu’alaikum warrahmatullahiwabarokatuh!!!!!
-2007-
Diriku hening dalam jiwa yang kerdil
Ku mematut raga tuk Rabbku
Ku mulai menyapa kekasihku
Allahu Akbar!!!!!
Lantunan kalam suci mengalir
Dari bibir tempat cela bersemilir
Dengan detak perlahan memetak masa
Aku hanyut dalam cengkeraman
Bayang-bayang terbentang
Bergelayut dan menyulut khusyuk
Aku berpaling
Astaghfirullah!!!!!
Sedetik penuhi ruang fikirku
Hatiku selamat
Imanku masih tersemat
Ku rebahkan seluruhku terbuai sujud
Semua pinta semua kesah tertumpah ruah
Di Engkaulah aku berarti
Dalam asma-Mu aku tenggelam
Hanya aku hamba-Mu
paling suci paling berarti
Akulah penghuni jannah yang dinanti
Astaghfirullah!!!!!
Hampir kuterayu dan kalbu membisu
Kuhadapkan kembali hatiku pada Pencipta
Sedetik sujudku usai
Ku bangkit direngkuhan Rabbku
Assalamu’alaikum warrahmatullahiwabarokatuh!!!!!
-2007-
Munajat
Hati mengadu mata beradu
Berselimut imajinasi tatapan syahdu
Jasad luluh dibuaian Pengasuh
Temaram nampak malam kian menapak
Sang kelu bersaksi sembunyi-sembunyi
Guratan kalbu yang bertabur nafsu
Semakin menganga koyakan iman
Bersimpuh bersama lautan dosa
Dalam hening dalam dzikir alam raya
Alunan kata teruntai mendayu
Ingin merayu Sang Kekasih di arasy
Mengharap luapan pendaran cinta
Membenamkan kalbu yang kerontang
Dan kala pagi terbangun dari mimpi
Kala hati lelah menampung berhala
Satu cawan menanti terairi pahala
-2007-
Berselimut imajinasi tatapan syahdu
Jasad luluh dibuaian Pengasuh
Temaram nampak malam kian menapak
Sang kelu bersaksi sembunyi-sembunyi
Guratan kalbu yang bertabur nafsu
Semakin menganga koyakan iman
Bersimpuh bersama lautan dosa
Dalam hening dalam dzikir alam raya
Alunan kata teruntai mendayu
Ingin merayu Sang Kekasih di arasy
Mengharap luapan pendaran cinta
Membenamkan kalbu yang kerontang
Dan kala pagi terbangun dari mimpi
Kala hati lelah menampung berhala
Satu cawan menanti terairi pahala
-2007-
Langganan:
Postingan (Atom)