Artikel

Jangan Malu Hidup Sederhana

Kemarin, secara tak sengaja saya menonton acara “Mamah Dedeh on the street” dan dengan tema yang cukup menarik perhatian saya yaitu Jangan malu hidup sederhana. Mungkin terdengar tak bermakna apa-apa atau bahkan hanya menjadi lalu lalang bagi yang tak memperhatikannya. Tapi sesungguhnya makna kalimat tersebut sangatlah dalam.

Kalimat itu mengingatkan saya akan kesederhanaan yang teramat sangat yang di alami oleh Junjungan kita Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam.

Dalam suatu kisah Rasulullah :

Suatu hari 'Umar bin Khaththab r.a. menemui Nabi saw. di kamar beliau, lalu 'Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah digerogoti oleh kemiskinan (lapuk).
Tikar membekas di belikat beliau, bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau, dan kulit samakan membekas di kepala beliau.

Jalani Yang Tak Anda Ingini

Pepatah arab mengatakan :
Raih mimpimu, jalani yang tak anda ingini, anda tak akan meraih yang anda inginkan hingga anda siap menjalani hal-hal yang tidak anda inginkan.

Terdengar aneh mungkin. Siapapun rasanya tidak ingin menjalani sesuatu yang tidak di sukai. Seseorang yang tak suka makanan pedas, akan marah atau menolak jika di berikan makanan pedas. Orang yang terbiasa dengan kipas atau AC akan merasa ketidaknyamanan manakala harus berada di ruang yang panas. Orang yang terbiasa dengan kehidupan yang mewah akan merasa terbebani jika suatu saat harus menghadapi kondisi yang sulit.

Haruskah Berpacaran ??

Ketika mengetikkan semua ini, saya masih berstatus sebagai calon istri dari pria yang belum saya ketahui siapa yang akan menjadi suami saya. Bukan kebodohan yang membuat saya begitu percaya diri, menyebut seperti itu. Hanya dari keyakinanlah yang timbul berdasarkan janji Tuhan saya yang akan mempertemukan pria yang baik dengan wanita yang baik. Dan setiap manusia pasti telah memiliki jodohnya masing-masing.

Saya bukanlah orang suci yang tak pernah mengecap satu titik pun dosa. Justru karena saya telah merasakannya, maka saya merasa mual jika saya mengingat masa lalu saya yang kini saya jadikan pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi perjalanan hidup saya kelak. Serta saya akan terus membuka lebar-lebar mata, telinga terlebih mata hati untuk tetap menyikapi semua kejadian yang terjadi pada orang lain, biar menjadi pelajaran tambahan bagi saya tanpa saya harus mencemplungkan diri saya pada dunia yang kelam itu.

Di Tutup Sayang

Fenomena wanita berjilbab bukan hal baru yang dapat ditemui di kota besar Jakarta atau kota lainnya. Maha Suci Allah yang telah menganugerahkan Hidayah kepada Hamba-hambaNya untuk menutup aurat mereka.

Namun bila diperhatikan, ada banyak kejanggalan yang terlihat dari maraknya muslimah berjilbab. Berjilbab tapi telanjang. Ya, seperti itulah yang sekarang marak terlihat di mana-mana. Mereka yang menutup rapat seluruh tubuh mereka tapi sayang untuk menutup secara benar semua lekuk tubuh mereka. Berkerudung pendek disertai dengan kaos lengan panjang yang menampakkan lekuk payudara serta bercelana jeans yang menampakkan betapa indah dan jenjangnya kaki mereka.

Dari Debu Dan Polusi Kita Belajar

Jum’at pagi yang indah ….

Saat berangkat bekerja…

Seperti hari-hari kemarin, angkot, kopaja, bus adalah transportasi utama saya untuk melaksanakan aktifitas saya. Meski kadangkala harus berdiri karena tidak mendapatkan bangku, menunggu waktu yang lama hingga angkot pun muncul. Namun dibalik ketidaknyamanan tersebut – mungkin banyak yang berpendapat seperti itu – tetapi saya selalu menjalaninya dengan hati yang tersenyum. Semoga selalu seperti itu selamanya.

Menurut saya, ketika berbaur bersama orang-orang dibus, berjalan dengan angin yang berdebu, kepanasan, polusi, justru membuat otak saya berputar untuk merekam kejadian-kejadian yang saya lihat yang menurut saya banyak hikmah dan pembelajaran yang dapat saya ambil. Kadang, banyak kejadian yang sebenarnya menarik namun tidak terlihat oleh mata kita dikarenakan kita terlalu asyik dengan diri sendiri. Prinsip saya, buka mata buka hati buka telinga akan kejadian sekitar.