Artikel

Dari Debu Dan Polusi Kita Belajar

Jum’at pagi yang indah ….

Saat berangkat bekerja…

Seperti hari-hari kemarin, angkot, kopaja, bus adalah transportasi utama saya untuk melaksanakan aktifitas saya. Meski kadangkala harus berdiri karena tidak mendapatkan bangku, menunggu waktu yang lama hingga angkot pun muncul. Namun dibalik ketidaknyamanan tersebut – mungkin banyak yang berpendapat seperti itu – tetapi saya selalu menjalaninya dengan hati yang tersenyum. Semoga selalu seperti itu selamanya.

Menurut saya, ketika berbaur bersama orang-orang dibus, berjalan dengan angin yang berdebu, kepanasan, polusi, justru membuat otak saya berputar untuk merekam kejadian-kejadian yang saya lihat yang menurut saya banyak hikmah dan pembelajaran yang dapat saya ambil. Kadang, banyak kejadian yang sebenarnya menarik namun tidak terlihat oleh mata kita dikarenakan kita terlalu asyik dengan diri sendiri. Prinsip saya, buka mata buka hati buka telinga akan kejadian sekitar.

Berfikir, Melakukan Dan Berdo'a

Bahwasanya kita hanya mampu berfikir, melakukan dan berdoa. Itu saja, tak lebih.

Allah tak akan menolong hambaNya, selama hambaNya itu hanya memenuhi hari-harinya dengan berbagai fikiran dan khayalan tanpa ada satu pun perbuatan untuk mewujudkannya. Melakukan sesuatu akan menjadi tak sempurna jika tak ada rencana yang terfikirkan terlebih dahulu. Allah pun akan melihat kesungguhan hambaNya untuk melakukan suatu usaha jika hambaNya mengiringi usahanya tersebut dengan berdoa.

Jangan pernah melelahkan diri dengan menengadahkan kepala kita untuk melihat puncak terlalu lama, sedangkan jalan setapak tempat kita berdiri terasingkan dari tapak kita.

Semua Bermula Dari Mimpi

Teruslah bermimpi
Tapi jangan jadi pemimpi

Itu adalah salah satu dari kata mutiara yang akan selalu saya ingat. Betapa semua kesuksesan berawal dari mimpi. Dengan mimpi, kita menjadi lebih mengerti, bagaimana keadaan kita di masa depan. Dengan mimpi sebagai tujuan, kita dapat menentukan dari sekarang arah mana yang akan kita tuju untuk mencapai mimpi kita.

Teruslah bermimpi, tapi jangan jadi pemimpi. Kata-kata yang sederhana tapi memiliki arti yang sangat dalam. Tatkala banyak orang yang terbuai dalam mimpi-mimpi yang mereka buat tanpa ingin bangun untuk mengakhiri mimpi tersebut. Mereka hidup di dunia nyata tapi kehidupannya tak sesuai dengan realitas yang ada. Mereka bermimpi untuk hidup enak, menjadi orang kaya, punya mobil, punya rumah mewah tapi tak pernah ada usaha. Duduk bersantai tanpa ada gerakan untuk menjemput semua mimpi-mimpi itu.

Sang Kontraktor

Beruntung bagi mereka yang memiliki rumah tinggal di dunia ini tanpa harus mengontrak. Tapi tak sedikit mereka yang harus membayar uang sewa rumah tiap bulan demi dapat tinggal di kediaman yang layak yang dapat melindungi mereka dari berbagai gangguan baik dari luar maupun dari dalam.

Rumah, pada hakikatnya kebutuhan manusia yang utama. Termasuk kebutuhan primer. Dari rumah itulah semua berawal. Bahkan pendidikan awal bagi seorang anak di mulai dari sana. Tak salah banyak orang tua yang telah mempersiapkan kebutuhan primer tersebut untuk keluarganya kelak sebelum mereka menikah.

Allah Ada Di Dekatku

Ternyata Allah begitu dekat, melebihi dekatnya urat nadi pada tubuh kita.

Pada Qur’an Surat Al- Baqarah : 186

“ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Bahkan jika kiata berjalan mendekat kepada Allah, Allah akan berlari menyambut kita. Kasih sayang Allah begitu terasa, walaupun ketika kita dalam keadaan sulit sekalipun. Karena Allah tak inginkan kita lemah jika hanya memberikan kita kesenangan dan kemudahan dan Allah tak inginkan kita terus menerus berurai airmata tanpa di selingi kebahagiaan yang menerbitkan rasa syukur.